logo SNHC brand sonya natural holistic centre

5 Jenis Kulit dan Tips Perawatannya

Untuk menentukan perawatan dan produk yang tepat pada wajah diperlukan pengetahuan mengenai jenis kulit wajah. Karena jika tidak sesuai, akibatnya hasil tidak maksimal bahkan sampai terjadi reaksi alergi maupun gangguan kesehatan kulit lainnya.

Jenis kulit secara umum dibagi menjadi kulit normal, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Walaupun begitu, tipe atau jenis kulit dapat berubah seiring waktu dan usia. Perubahan tersebut bisa dipengaruhi oleh genetik dan penyakit serta pengobatan yang dilakukan seseorang.

Selain itu, kulit sehat memiliki kadar air yang cukup sehingga tampak segar, bercahaya, halus, lembab, elastis, tidak berjerawat maupun gangguan kulit lainnya dan terdapat kerutan/garis halus sesuai usia.

     

1. KULIT NORMAL
     Kulit normal adalah kulit yang tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu kering karena produksi sebum oleh kelenjar sebacea seimbang. Sebum adalah minyak atau lemak yang berfungsi untuk melembabkan dan menghaluskan bulu atau rambut.
     Untuk tipe kulit normal sebetulnya tidak banyak kesulitan dalam merawatnya. Sebagian besar produk perawatan kulit dan kosmetik cocok untuk jenis kulit ini. Walaupun kulit normal jarang memiliki masalah, tetapi tetap disarankan untuk selalu rutin membersihkan wajah sebelum dan sesudah tidur. Karena kotoran yang menempel dan penumpukan sel kulit mati bisa menyebabkan kulit menjadi kusam bahkan sampai timbul jerawat.

2. KULIT BERMINYAK
     Kulit jenis ini memiliki kadar minyak berlebih. Kulit tampak mengkilat, khususnya di area T, cenderung berpori-pori besar dan terasa agak tebal. Hal ini mengakibatkan mudah sekali menempel kotoran pada kulit jenis ini sehingga berjerawat. Ada dua faktor yang menjadi penyebab kulit berminyak, yaitu :

     Faktor Internal :
     Faktor genetis yaitu faktor keturunan. Jika orang tua memiliki jenis kulit berminyak maka anak kemungkinan besar memiliki jenis kulit yang sama.
     Faktor hormonal yaitu hormon yang tidak seimbang dapat mempengaruhi produksi kelenjar sebacea. Karena itu, pada remaja dimana hormon androgen sedang sangat aktif, produksi kelenjar sebacea menjadi berlebih sehingga mudah timbul jerawat. Demikian juga pada wanita yang sedang menstruasi, hamil dan menjalani terapi hormon, kondisi hormon dalam tubuh tidak seimbang, jerawat pun sering muncul.

     Faktor Eksternal :
     Udara terlalu panas dan lembab.
     Mencuci muka terlalu sering dan menggunakan pembersih wajah terlalu keras dapat menghilangkan sebum di kulit dan merangsang kelenjar sebacea untuk memproduksi minyak secara berlebihan.
     Penggunaan kosmetik maupun produk perawatan kulit yang tidak cocok.
     Terlalu banyak konsumsi makanan berminyak.

Tips Perawatan
     Bersihkan wajah secara teratur pagi dan malam hari, jangan berlebihan karena justru akan memicu produksi sebum lebih banyak.
     Hindari produk berbahan dasar minyak, pilih produk berbahan dasar air dan berlabel non-comedogenic.
     Sekitar 2-3 kali seminggu gunakan pembersih yang mengandung asam salisilat untuk membersihkan pori-pori. Kulit berminyak masih membutuhkan pelembab untuk nutrisi kulit, jadi tetap gunakan pelembab namun pilih produk yang bebas minyak.
     Bagi mereka yang harus menggunakan riasan setiap hari, selalu bersihkan riasan setelah pulang dari aktivitas karena jika tidak riasan dapat menyumbat pori-pori dan merangsang timbulnya jerawat.

3. KULIT KERING
     Kulit kering terjadi karena produksi sebum yang rendah sehingga kulit tidak mampu mempertahankan kelembabannya. Kebalikan dari kulit berminyak, penampakan kulit kering lebih tipis, kulit terasa tegang dan kaku terutama setelah mencuci muka dan pada jenis kulit ini cenderung lebih cepat timbul garis dan keriput. Berikut merupakan faktor-faktor penyebab kulit kering :

     Faktor Internal :
     Faktor genetis, sama seperti kulit berminyak, kulit kering juga bisa disebabkan karena faktor keturunan.
     Produksi kelenjar sebacea yang kurang sehingga kulit kurang kelembabannya.

     Faktor Eksternal :
     Pola makan yang kurang nutrisi bisa menjadi penyebab kulit kering seperti kurang vitamin C, A dan asam lemak tak jenuh seperti pada sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, dll.
     Faktor lingkungan seperti sering terpapar sinar matahari, angin, atau terlalu lama berada di ruangan ber-AC.
     Perawatan kulit yang tidak tepat seperti misalnya terlalu sering mandi air panas dan penggunaan sabun atau pembersih wajah yang berlebihan atau yang formulanya terlalu keras.
     Penyakit kulit tertentu seperti dermatitis kronis, psoriasis, dll.

Tips Perawatan
     Tetap membersihkan wajah secara teratur pagi dan malam hari dengan menggunakan sabun khusus untuk kulit wajah kering yang lembut dan jangan menggunakan toner yang mengandung alkohol.
     Rutinlah menggunakan pelembab khusus untuk kulit kering atau bisa menggunakan minyak zaitun murni.
     Gunakan peroduk yang mengandung hyaluronic acid.
     Minum air putih dalam jumlah cukup dan konsumsi banyak sayur dan buah.

4. KULIT KOMBINASI
     Kulit kombinasi adalah jenis kulit yang merupakan campuran dari kering-berminyak atau normal-berminyak sehingga perawatannya pun harus berbeda tiap bagiannya. Jenis kulit ini terjadi apabila kadar minyak pada area wajah tidak merata. Biasanya kulit daerah T sangat berminyak sedangkan area lain tergolong normal atau kering.

Tips Perawatan
     Gunakan pembersih wajah yang lembut.
     Gunakan produk yang mengandung asam salisilat pada daerah T untuk mengecilkan pori-pori kulit.
     Pelembab yang dibutuhkan idealnya membuat kulit lembab tetapi tidak memiliki bahan dasar minyak bisa dipilih pelembab yang mengandung vitamin A dan vitamin C, serta formulanya berbasis air.

5. KULIT SENSITIF
     Kulit sensitif merupakan jenis kulit yang sangat peka terhadap berbagai rangsangan seperti sinar matahari, kosmetik, parfum, makanan pedas, alkohol, stress, dll. Ciri-cirinya yaitu : kulit cenderung kering, kemerahan, tekstur kulit tipis dan sering pembuluh darah bisa terlihat dari permukaan, mudah alergi dan iritasi, cepat bereaksi terhadap perubahan suhu.

Tips Perawatan
     Saat membersihkan wajah gunakan air yang tidak terlalu dingin maupun panas.
     Pilih produk perawatan yang tepat (hypoallergenic dan non-comedogenic) karena kulit wajah sensitif cepat bereaksi terhadap bahan-bahan kimia. Akibatnya dapat menimbulkan problem iritasi dan kemerahan.
     Lakukan perawatan wajah dengan menggunakan produk berbahan alami atau natural seperti aloe vera yang memiliki efek anti iritasi. Sebaiknya, produk dicoba terlebih dahulu untuk melihat reaksinya terhadap kulit.
     Hindari toner yang mengandung alkohol.
     Hindari pemakaian riasan yang terlalu sering.

Salam bugar dan cantik. SNHC


***
Harian Nasional | Minggu, 18 Januari 2015 |

     

Jenis Kulit dan Perawatannya

 

Back to News : Page 1    Page 2    Page 3    Page 4