logo SNHC brand sonya natural holistic centre

6 Kebiasaan Berdampak Buruk bagi Kulit

Pada dasarnya, kulit wajah yang sehat bisa dicapai dengan berbagai cara. Diantaranya melakukan rangkaian perawatan kulit menggunakan produk perawatan kulit, maupun mengkonsumsi berbagai macam vitamin, mineral dan antioksidan.
     Namun, ada cara lain untuk membantu kulit agar tetap terjaga kelembapan dan kesehatannya. Yaitu menghindari kebiasaan-kebiasaan yang ternyata dapat berdampak buruk pada kulit. Setidaknya, Anda harus menghindari enam kebiasaan berikut untuk dapat menghasilkan kulit wajah yang sehat.

1. Tidak Pernah Menggunakan Tabir Surya
     Tak perlu diragukan bahwa sinar matahari pada pukul 09.00 dan 16.00 sangat baik untuk pertumbuhan tulang. Namun, berada di bawah sinar matahari terlalu lama juga dapat merusak kulit. Pasalnya sinar ultraviolet A dan B dapat menyebabkan kulit terbakar alias sunburn, kulit lebih gelap (tanning), penuaan dini, hingga kanker kulit.
     Namun risiko tersebut dapat ditekan dengan penggunaan tabir surya yang memiliki kandungan SPF 15. Berdasarkan penelitian, penggunaan tabir surya minimal SPF 15 setiap hari dapat mengurangi risiko kanker kulit sekitar 40-50 persen.
     Perlu diperhatikan, meski sejumlah produk kecantikan seperti bedak mengandung SPF, namun itu masih kurang baik melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Untuk perlindungan lebih optimal dianjurkan tetap mengoleskan krim tabir surya ketika beraktivitas di bawah sinar matahari.

2. Mengganti Produk Perawatan Wajah Sekaligus
     Terkadang karena alasan bosan atau ingin mencoba produk baru yang menawarkan manfaat lebih baik, banyak perempuan mengganti produk perawatan kulitnya. Namun mengganti semua produk kecantikan sekaligus dapat berakibat kulit menjadi lebih sensitif. Pasalnya kulit membutuhkan "masa adaptasi" untuk bisa menerima produk baru.
     Misalnya, jika hari ini Anda mengganti pembersih wajah maka sebaiknya diberi jarak waktu sekitar 2-3 minggu jika ingin mengganti krim pelembab. Jika langsung menggantinya sekaligus, dikhawatirkan akan muncul reaksi seperti gatal, merah, panas, maupun muncul jerawat kecil. Itu pertanda kulit menolak keberadaan produk baru tersebut.

3. Tidak Mengenali Jenis Kulit Sendiri
     Banyak perempuan membeli dan mengaplikasikan produk perawatan kulit tanpa mengenal jenis kulitnya. Perlu diketahui, perempuan muda dengan jenis kulitnya berminyak, tidak cocok menggunakan produk anti-aging yang kaya nutrisi untuk melembabkan kulit. Hal ini akan membuat kulit tambah berminyak dan memicu timbulnya jerawat.
     Sebaiknya jika jenis kulit Anda kering, dan menggunakan produk yang mengandung asam salisilat yang biasa terdapat pada produk pembersih dan toner, maka akan membuat kulit kehilangan kelembapan dan semakin kering. Untuk mengetahui jenis kulit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter maupun ahli kecantikan yang berpengalaman untuk rekomendasi produk yang sesuai.

4. Menganggap Produk Mahal Menghasilkan Tampilan Lebih Baik
     Tak sedikit perempuan mengganti produk perawatan kulitnya karena iming-iming produk kecantikan lain yang lebih mahal dan lebih bermerek. Mereka beranggapan, produk mahal dan bermerek menjamin kualitas yang berimbas pada hasil akhir pada kulit wajah.
     Namun, hal utama yang perlu diperhatikan dalam membeli produk kecantikan adalah pastikan item tersebut sesuai dengan kebutuhan kulit dan tidak menimbulkan reaksi berupa alergi. Tidak perlu memaksakan diri mencari produk mahal yang belum tentu cocok untuk kulit Anda.

5. Terlalu Sering Menggunakan Pembersih Wajah Mengandung Scrub
     Pada dasarnya, pembersih wajah yang mengandung scrub memang membuat kulit terasa kesat, kencang dan terkesan lebih bersih. Hal ini karena butiran kasar yang ada di dalam pembersih wajah dianggap mampu mengangkat sel-sel kulit mati pada kulit.
     Yang tidak diketahui adalah butiran kasar scrub dapat mengikis lapisan kulit. Karena itu, disarankan untuk tidak terlalu sering mencuci muka dengan scrub karena dapat membuat kulit menjadi lebih kering, sensitif dan mudah iritasi. Untuk mengangkat sisa kulit mati di wajah, pembersih muka ber-scrub cukup digunakan seminggu sekali.

6. Jarang Membersihkan Alat Make-Up
     Spons bedak, kuas blush-on, eye-shadow dan semua bentuk aplikator make-up yang sering digunakan saat berdandan menyimpan banyak sisa make-up dan sel kulit mati. Alat-alat ini merupakan lingkungan yang baik untuk perkembangan bakteri sehingga bisa menimbulkan masalah pada kulit terutama jerawat.
     Biasakan untuk membersihkan alat-alat tersebut minimal 2 minggu sekali. Membersihkannya bisa menggunakan sabun wajah atau sabun bayi, dengan cara mencucinya di bawah kucuran air hangat. Jangan merendam alat make-up karena membuat kotoran menempel kembali.
     Lalu sabuni alat make-up dan tekan-tekan lembut sampai busanya keluar dari spons maupun kuas.
     Kemudian spons dan kuas dapat dibilas sampai bersih. Pastikan tidak ada sisa sabun yang menempel pada alat make-up sebelum dikeringkan secara alami. Diamkan spons dan kuas seharian di tempat dengan sinar matahari yang cukup, hingga benar-benar kering dan siap dipakai kembali.

Salam sehat dan cantik. SNHC


***
Harian Nasional | Female & Beauty | September 2014 |

     

ilustrasi 6 kebiasaan berdampak buruk bagi kulit

 

Back to News : Page 1    Page 2    Page 3    Page 4