logo SNHC brand sonya natural holistic centre

Buah dan Sayur dalam Makanan

Semua orang tahu, mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari baik bagi kesehatan. Sayang, bagi sebagian orang, buah dan sayur hanya pelengkap makanan. Hal ini membuat buah seringkali berperan sebagai hidangan pencuci mulut, setelah makanan utama selesai. Sedang sayuran kerap luput dari perhatian masyarakat.
     Kondisi ini sesuai dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 1007 yang dirilis Kementrian Kesehatan. Dalam hasil riset tersebut ditemukan hanya 10 persen masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari. Artinya, kebutuhan vitamin, mineral, anti oksidan, cairan dan serat masyarakat tidak terpenuhi setiap hari.
     Padahal, berbagai kandungan dalam buah dan sayur tersebut sangat bermanfaat bagi pencegahan, pengobatan dan pemulihan penyakit. Setidaknya terdapat lima manfaat buah dan sayur.
     Pertama, gudang vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan. Mulai dari vitamin A, C, zat besi, magnesium, zine, fosfor, asam folat, likopen, hingga antosianin.
     Kedua berbagai nutrisi dalam buah dan sayur dapat bersinergi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Seperti vitamin C yang terdapat dalam beberapa buah seperti jeruk dan kiwi dapat membantu penyerapan zat besi yang terkandung dalam sayur bayam. Oleh karena itu, sangat dianjurkan mengkonsumsi beberapa jenis buah dan sayuran dalam satu hari.
     Ketiga, sumber antioksidan sayur dan buah juga mengandung antioksidan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Antioksidan berperan dalam mencegah kerusakan sel akibat proses oksidasi radikal bebas yang dapat merusak DNA, protein dan lemak dalam sel-sel tubuh. Proses oksidasi mampu menyebabkan penuaan dini dan memicu timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan kanker.
     Setiap hari, tubuh terpapar oleh radikal bebas dari berbagai sumber seperti asap rokok, polusi, bahkan metabolisme tubuh manusia. Artinya, penyebab oksidasi sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, konsumsi buah dan sayur penting untuk meminimalkan efek radikal bebas dalam tubuh.
     Keempat, mencegah timbulnya penyakit. Buah-buahan dan sayur mengandung fitokemikal, komponen biologi aktif yang membantu tubuh melindungi diri dari berbagai jenis penyakit. Berbagai hasil penelitian menunjukkan, mengkonsumsi buah dan sayuran secara rutin akan menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung, kanker dan tekanan darah tinggi.
     Kelima, menjaga berat badan tetap stabil. Buah dan sayuran kaya serat dan air, serta rendah kalori. Hal ini membantu mempertahankan rasa kenyang cukup lama. Itu sebabnya, orang-orang yang hobi mengkonsumsi sayur dan buah lebih bisa mengendalikan nafsu makan mereka. Serat dalam buah dan sayur memudahkan pergerakan makanan dalam saluran cerna. Sehingga tubuh terhindar dari sembelit, memperlancar buah air besar dengan intensitas normal dan mencegah kanker usus besar.
     Tiap buah dan sayuran memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, itulah sebabnya konsumsi buah dan sayuran yang bervariasi sangat disarankan. Saat ini, banyak tersedia berbagai suplemen yang dijual di pasaran. Namun, kandungan nutrisinya tidak akan terserap sebaik kandungan nutrisi alami dari buah dan sayuran segar. Jadi, jangan terlalu mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mulailah menambahkan porsi buah serta sayuran secara rutin pada pola makan setiap hari.

Salam bugar dan cantik. SNHC


***
Harian Nasional | Female and Beauty | 6 Juli 2014



5 FAKTA SEPUTAR NUTRISI BUAH DAN SAYUR

1. Antosianin sejenis antioksidan yang terdapat dalam buah dan sayuran berwarna merah dan keunguan seperti kol ungu, apel, terong dan cabai mampu menghambat terbentuknya gumpalan dalam pembuluh darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, antosianin juga dapat mencegah infeksi dan kanker kandung kemih.

2. Likopen yang terdapat pada tomat, stroberi dan bayam merah dapat mencegah berbagai kanker, khususnya kanker prostat.

3. Magnesium berperan penting sebagai pengaktif enzim yang bekerja dalam proses metabolisme glukosa dalam tubuh, sehingga membantu mencegah timbulnya penyakit diabetes.

4. Lutein pada sayuran berwarna hujau merupakan jenis karotenoid yang mampu menjaga kesehatan mata dari risiko katarak.

5. Vitamin A selain berperan dalam menjaga kesehatan mata juga dapat membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh melalui limfosit, yakni sel darah putih yang melawan infeksi.

SNHC



ilustrasi buah dan sayur dalam makanan

 

Back to News : Page 1    Page 2    Page 3    Page 4